|
|
Ignes Olivia, mahasiswi Universitas Multimedia Nusantara (UMN) tahun pertama (angkatan 2011) ^^
Welcome to my blog, isinya khusus tentang desain dan seni.
Also visit my other blog: My Own's (=
|
FIRST MEETING AFTER NEW YEAR
Tak terasa, sekarang udah tahun 2012 yaah =) Slamat Tahun Baru bagi kita semua \(^^)/ Semoga berkat Tuhan selalu melimpahi kita semua. Amin.
O iya, pada pertemuan Colour Theory di awal 2012 ini, kami mengumpulkan tugas yang kami kerjakan selama liburan. Liburan akhir tahun 2011 benar-benar menyengsarakan karena menumpuknya tugas T_T
Tugas yang diberi kali ini adalah mengenai gradasi warna. Nih hasil karyaku di bawah ini ;D Masi banyak flaws tentunya, namanya juga manusia (hehe). Tugas ini aku kerjakan dengan menggunakan kuas ukuran 000, segaris demi segaris sehingga memenuhi kertas (ukuran 31 x 31 cm).
Pertama-tama, aku memilih gadis mungil yang memakai yukata sebagai obyek depan.

Setelah itu, aku menggambar sakura dalam berbagai ukuran sebagai assesoris di backgroundnya :D

Segaris demi segaris dan akhirnya jadilah seperti di bawah ini:

At last, beberapa kuntum sakura sebagai pemanis dan background bergradasi hijau ke hitam saya gunakan untuk mewarnainya =)

SUMBER PENCAHAYAAN STUDIO
Banyak yang bisa digunakan sebagai sumber pencahayaan di dalam fotografi. Hal yang paling mudah diperoleh adalah cahaya dari matahari yang masuk jendela (window lighting). Cahaya matahari sebaiknya tidak langsung mengenai obyek karena akan susah sekali mengontrol kontrasnya.
Cara lain mendapatkan cahaya adalah melalui lampu tungsten / fotoflood. Lampu tersebut termasuk jenis continuous lighting yang bersinar terus-menerus.
Selain itu, sumber cahaya lainnya adalah menggunakan Flash, seperti elektronik flash (Canon Speedlight, SB Nikon, Metz, Nissin dll) hingga yang canggih seperi Broncolor, Visotec, Bowens, Hensel, Proflash, Electra, Multiblitz, Elinchrom, dan lain sebagainya.
CAHAYA
Cahaya memiliki beberapa sifat, yaitu:
- Dapat menembus bahan-bahan yang tidak padat seperti kain, kertas kalkir, dan kaca sehingga kualitas kerasnya cahaya dapat dibuat lebih lembut.
- Dapat difokuskan ke arah mana pun kita kehendaki, dapat dikumpulkan dan difokuskan agar kuantitasnya lebih besar lagi. Contohnya, sinar matahari yang difokuskan oleh kaca pembesar.
- Dapat dipantulkan dengan benda yang mempunyai daya pantul yang tinggi seperti cermin, styrofoam, kertas perak dan lainnya yang lazim disebut dengan reflektor untuk menyinari bagian-bagian gelap.
- Memiliki warna. Semua sumber cahaya memiliki warna atau umumnya disebut suhu warna. Biasanya suhu tersebut dihitung dengan satuan derajat Kelvin.
Walaupun tidak secara fisik memberikan efek yang sama dengan suhu panasnya api atau dinginnya es, secara psikologi warna dapat juga dikelompokkan seperti contoh warna yang hangat (merah dan kuning) dan dingin (biru dan hijau). Sementara itu, pagi dan sore memberikan warna yang hangat (warm tone color). Itulah alasan mengapa pemotretan model di outdoor bagus pada saat itu.
DIGITAL WHITE BALANCE
Mata manusia tidak terlalu dapat menangkap perubahan warna yang disebabkan perbedaan sumber cahaya, karena mata kita punya sistem adaptasi yang sangat hebat, mata manusia dapat secara otomatis dan alami melakukan digital white balance.
Nah, apa itu digital white balance? Itu adalah proses penetralan terhadap cahaya yang diterima oleh penangkap cahaya. Dalam hal ini, terjadi pada mata manusia maupun kamera foto dan kamera film / video. Dengan digital white balance, mata manusia tak sempat menangkap perubahan warna yang dapat kita lihat pada foto dengan pencahayaan yang kurang tepat.
Sementara itu, proses digital white balance pada kemera digital bersifat otomatis, mencari warna putih yang seharusnya sehingga dapat menetralkan warna lain.
WARNA DALAM FOTOGRAFI (PART II)
Teman-teman tahu ngga, kalo fotografer itu musti peka dengan cuaca juga loh! Hubungannya adalah, karena cahaya alami yang bersumber dari matahari selalu berbeda dari waktu ke waktu. Namun, umumnya para fotografer setuju bahwa cahaya yang pas adalah saat pagi dan sore menjelang malam. Alasannya, karena cahaya yang ada pada waktu itu lebih redup dibandingkan saat siang hari.
Cahaya tersebut juga secara langsung mempengaruhi warna yang dihasilkan pada foto yang kita ambil. Alasannya adalah karena warna selalu memberikan kesan dan merespons mata. Tiap individu punya kesan yang berbeda terhadap warna. Foto-foto piktorial cenderung menekankan warna agar terlihat eye-catching.
Warna di dalam fotografi terdiri atas 3 jenis, yaitu: warna fisik / cahaya, warna kimiawi (misalnya tinta), dan warna psikis (misalnya warna cahaya). Masing-masing panjang gelombang memiliki warna berbeda, namun yang dapat ditampak oleh mata adalah yang berkisar antara 400 nm - 700 nm.
WARNA DALAM FOTOGRAFI
Hai haii ketemu lagiiii XD
Hari ini adalah hari terakhir kuliah di tahun 2011, yey~
Anyway, minggu ini kami ngebahas tentang kaitan warna dan fotografi loh! Yok, simak!
Fotografi itu berasal dari kata photo yang berarti cahaya, dan graphein yang berarti menggambar. Secara umum, fotografi itu merupakan metode merekam gambar dengan menggunakan cahaya pada material yang sensitif cahaya. Fotografi adalah proses merekam warna, perbedaan pencahayaan yang akan menyebabkan efek dramatis yang berbeda-beda pada hasil foto. Fotografi dapat menangkap berbagai jenis tone warna dari sumber cahaya yang berbeda yang tidak tertangkap mata manusia.
Kamera pertama yang pernah ditemukan adalah obscura / pinhole, seperti yang terlihat di bawah ini.

Pinhole adalah alat yang dapat merefleksikan objek terbalik melalui sebuah kotak yang diberi lubang pada salah satu sisinya. Pada tahun 1826, Joseph Nichephore membuat fotografi gambar pertama yang menggunakan kamera obscura. Niepce membuat foto dengan melapisi pelat logam dengan senyawa buatannya. Pelat logam itu kemudian disinari dalam kamera obscura selama 8 jam hingga tercipta gambar. Namun kelemahan dari hasil gambarnya adalah cepat pudar. Nah, di bawah ini nih foto yang paling pertama diambil. Judulnya adalah “View From Windows at Grass”:

Namun semakin berkembang, sekarang kita sudah bisa mengoreksi pencahayaan dengan peralatan di dalam proses pemotretan dan percetakan dengan software-software seperti Photoshop. Kalo dulu, kan masih zamannya pake roll film!
1/3 older »
|